Esensi dari menceritakan masalah ke orang lain itu sama kayak minum obat simptomatik. Efeknya ya cuma untuk meredakan rasa nyeri yang kita rasakan di dalam sana. Kalo ada yang melakukan hal di atas untuk mencari solusi, hmm kalo saya sih jauh dari sebelum masalah-masalah yang saya temui bermanifestasi menjadi sebuah penyakit hati, saya sudah menganalisis semua permasalahannya, komplikasi, prognosis, beserta tata laksananya. Haha. Kelewat mandiri kali ya?

Karena entah sejak kapan saya punya prinsip baru untuk ga pernah percaya apalagi mengharapkan sesuatu dari orang lain. Emang kita butuh orang lain, tapi ya itu, hanya sebagai obat simptomatik saja. Untuk menyelesaikan masalah secara radikal, kita sendiri lah yang mampu mengobatinya. Dengan dorongan besar dari kepercayaan kita kepada Allah tentunya :)